Sejarah Perjalanan Batur UNESCO Global Geopark

 SEJARAH PERJALANAN BATUR UNESCO GLOBAL GEOPARK

di awali sebelum tahun 2009 di bentuk Lokal Working Group yang bertujuan untuk tata kelola pariwisata di Kintamani, dengan dibentuk LWG menjadi 5 klaster 

  1. Kalster Batur Kalanganayar (Desa Batur Utara, Desa Batur Selatan dan Desa Batur Tengah) 
  2. Klaster Singamandawa ( Desa Kintamani, Desa Sukawana, Desa Pinggan)
  3. Klaster Uundanu Muncar ( Desa Blandingan, Desa Songan A, Desa Songan B)
  4. Klaster Manuk Jambe Tarumenyen ( Desa Kedisan, Desa Buahan dan Desa Trunyan )
  5. Klaster Abang Erawang ( Desa Suter, Desa Abangbatudinding, Desa Abangsongan)

kelima klaster terdiri dari 5 wakil tiap desa yang tugasnya mewakili desa dan menginventarisasi semua potensi dan pemasalahan yang ada di desanya, mereka merupakan representasi wakil desa masing-masing. dan di tahun 2009 kementerian Pariwisata dan kebudayaan menginisiasi pembentukan geopark. dan karena merupakan barang baru sehingga dilakukan sosialisasi di masing-masing desa di 5 klaster tersebut dan dalam sosialisasi banyak pertanyaan apa itu geopark dan apa yang kami dapatkan jika ada geopark.

Tahun 2010

dilakukan penyusunan dosier pengajuan Batur sebagai geopark menjadi keanggotaan Geopark Global Network (GGN) UNESCO

  • Penyusunan Dosier pengajuan Batur Kaldera Geopark menjadi anggota Global Geopark Net Work 
  • Bulan Juli 2010 oleh Kementerian pariwisata dan kebudayaan melalui Dirjen Pengembangan Destinasi mengeluarkan dan Surat Keputusan Penetapan Geopark Batur sebagai Geopark Nasional 

Tahun 2011

  • Bulan Februari 2011 pengirima dokumen berupa dosier di UNESCO
  • Bulan Juni 2011 dilakukan penilaian geopark Batur oleh asesor GGN UNESCO 
Tahun 2012
  • Bulan Mei 2012 Dirjen Pengembangan Destinasi Berkoordinasi dengan GGn UNESCO di konfrensi internasional UNZEN Tokyo Jepang
  • Bulan Juli 2012 kunjungan Advisory Mission GGN UNESCO ke Geopark Kaldera Batur
  • Bulan Agustus 2012 pengiriman jawaban atas rekomendasi  kunjungan Advisory Mission GGN Unesco 
  • Bulan September 2012 , secara resmi ditetapkan Geopark Kaldera Batur masuk menjadi anggota GGN UNESCO menjadi Batur UNESCO Global Geopark
Tahun 2016
  •  Revalidasi atau penilaian pertama dari Asesor GGN UNESCO terhadap Batur UNESCO Global Geoaprk dan menghasilkan 11 Rekomendasi yang harus dilaksanakan diperbaiki dan menjadi jawaban di revalidasi ke dua, dan mendapatkan predikat Green Card dan tetap menjadi anggota GGN UNESCO sebagai Batur UNESCO Global Geopark  
  • sebelas rekomendasi tersebut antara lain :
  1. Melanjutkan upaya memperkerjakan pemandu lokal yang sudah baik, serta memastikan bahwa mereka telah memperoleh pelatihan dalam menafsirkan bentangalam dan berbagai komponen yang membentuk Geopark. Pengelola dapat menerbitkan sertifikat kepada mereka, dan jika diperlukan member pelatihan bahasa Inggris.
  2. Mengembangkan strategi kemitraan yang lebih jelas dengan para mitra melalui metologi pembuatan kriteria yang diperlukan untuk menjadi mitra dan perjanjian formal dengan Geoaprk. Ini dapat diberlakukan dan tidak hanya terbatas pada para penyedia jasa akomodasi dan kaatering, penyedia jasa transport, penyedia jasa kegiatan, dan produsen produk lokal.
  3. Membubuhkan merek yang jelas pada produk-produk Geoaprk sehingga selain diperoleh nilai tambah yang diperlukan juga visibilitas yang lebih nyata bagi Geopark secara keseluruhan.
  4. Produk trekking yang ditawarkan oleh Geopark harus lebih baik lagi, termasuk promosinya dan pengkriteriaan yang jelas atas mutu, keamanan dan pelatihan kepada pemandu.
  5.  Menciptakan keragaman produk Geopark yang ditawarkan seperti mengembangkan “ rute danau” dengan perahu wisata, termasuk pemahaman panorama di beberapa situs kunci.
  6. Meningkatkan visibilitas dengan menggunakan logo Geopark dan merek secara konsisten di semua tempat, termasuk memperbaiki situs jaringan, petunjuk arah, melakukan promosi di bandara, serta menekankan hubungan antara geologi dan aspek warisan laiinya.
  7. Batas kawasan Geopark pada saat ini mendasarkan pada geologi dan geomorfologi. Patut dipertimbangkan untuk memodifikasinya berdasarkan batas-batas administrasi sesuai dengan penyebaran situs-situs budaya yang ada.
  8. Melakukan kajian pengaruh pariwisata di situs pemakaman Trunyan, termasuk perlunya pengunjung menghormati situs tersebut.
  9. Melanjutkan upaya penanggulangan penggalian illegal di kawasa geopark.
  10. Melanjutkan jejaring dengan Geopark Global UNESCO lainnya di tingkat nasional, regional dan global, dan berkontribusi secara aktif pada konferensi dan pertemuan internasional tentang Geopark UNESCO.
  11. Memperkuat peran perempuan di dalam struktur pengelola Geopark sesuai dengan prinsip UNESCO 
 Tahun 2020
jadwal revaliadsi di undur dikarena adanya pandemi Covid- 19 menjadi tahun 2022

Tahun 2022

dalam revalidasi yang ke dua di tahun 2022 Batur UNESCO Global geopark tetap menyandang predikat UNESCo dengan predikat Green Card, setelah mundur 2 tahun dari tahun 2020 revalidasi menjadi dilaksanakan di tahun 2022 dan menghasilkan 7 rekomendasi antara lain :

  1. Memperkuat visibilitas dengan komunitas lokal, pengunjung dan mitra berinvestasi dalam aktivitas media digital. Kembangkan situs web untuk memasukkan informasi Bahasa Inggris serta informasi tentang situs dan geotrail untuk dikunjungi. Mengembangkan media sosial lebih lanjut untuk memastikan postingan rutin, tentang UGGp dan lainnya UGGps dalam jaringan dan mendorong mitra lokal dan pengunjung untuk berbagi postingan
  2. Mengembangkan strategi untuk menjaga panel informasi tetap mutakhir dan terpelihara dengan baik. Informasi yang ditampilkan secara publik harus diperbarui agar mencakup Batur terkini Logo UGGp dan nama UGGp, logo UNESCO baru dan informasi dasar dalam bahasa Inggris. Jika diperlukan, panel informasi harus diperbarui menampilkan keseluruhan kawasan Geopark dan situs-situs yang menarik bagi pengunjung.
  3. Menyusun materi pembekalan dan komunikasi yang mendukung setiap perbedaannya pengguna atau mitra (restoran, hotel, operator tur, pemandu terlatih, sekolah) dengan informasi dan bahasa yang disesuaikan dengan khalayak yang berbeda. Materi seperti itu harus menyertakan informasi tentang konsep UGGp, di mana mendapatkan lebih banyak informasi tentang UGGp Batur, keterkaitan geologi kawasan, tradisi budaya dan kepercayaan, perubahan iklim, keterlibatan perempuan, dan sertakan penjelasan singkat tentang situs paling luar biasa
  4. Terus bekerja sama dengan anak-anak sekolah, penduduk setempat, dan mitra (Hotel, restoran, operator pariwisata.) dari seluruh wilayah UGGp, untuk menginformasikannya tentang bahaya alam, menjelaskan mengapa hal itu terjadi, dan memberikan informasi dan pelatihan agar lebih siap.
  5. Memberdayakan tim manajemen teknis UGGp Batur untuk terlibat dan berkolaborasi dengan pemerintah lokal, regional, dan nasional dalam semua aspek terkait dengan UNESCO Global Geopark dan seluruh kawasan, termasuk untuk memastikan pendanaan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek-proyeknya.
  6. Memastikan upaya UGGp berkontribusi pada SDG’s (identifikasi dan konservasi situs, infrastruktur wisata, partisipasi masyarakat dll) adalah tersebar merata ke seluruh area UGGp. UGGp mungkin punya prioritas yang berbeda di bidang yang berbeda, namun upayanya tidak boleh dipusatkan di kawasan kaldera saja.
  7. Melanjutkan kegiatan peningkatan kapasitas dengan masyarakat lokal, pemberdayaan perempuan dan keterlibatan dengan sekolah untuk mengidentifikasi, melestarikan dan mempromosikan warisan geologi, alam, dan budaya, khususnya kepada mengembangkan langkah-langkah pengamanan dan pertukaran informasi tentang daerah bahasa, budaya dan kepercayaan.

 Tahun 2024

sesuai jadwal dari UNESCO Revalidasi ke 3 tetap berjalan seperti agenda semula bahwa revalidasi dilakukan setiap 4 tahun sekali. dan akhirnya revalidasi kembali dilakukan di Tahun 2024

ja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Lembaga Desa Pakraman/Adat dalam Pelestarian Desa Tradisional Penglipuran Kubu Kabupaten Bangli

Daya Tarik Wisata Di Kecamatan Bangli Kab. Bangli